
Di tengah hiruk-pikuk panggung Bangkok International Motor Show 2026, Mazda memamerkan Mazda CX-6e. Sebuah SUV elektrik murni (BEV) yang menjadi jawaban atas tantangan mobilitas hijau global. Kehadirannya di Thailand bukan sekadar seremoni, melainkan sinyal kuat bahwa “Jinba Ittai” kini telah berevolusi ke dalam format yang lebih senyap namun tetap bertenaga. Dan penting untuk diketahui, inilah model kolaborasi kedua antara Mazda dan Changan. Ya, tak lain ialah versi Mazda dari Deepal S07.
Secara visual, CX-6e tetap memancarkan esensi bahasa desain Mazda. Garis-garis bodi khas Kodo Design yang selama ini kita kenal tetap dipertahankan, namun dengan sentuhan futuristik yang lebih halus. Grille depan tertutup dieksekusi dengan sangat rapi, memberikan kesan aerodinamis sekaligus minimalis. Tak ada sudut yang dipaksakan; setiap lekukan seolah dirancang untuk membelah angin dengan efisiensi maksimal tanpa menghilangkan aura premium yang menjadi identitas kasta CX.
Masuk ke dalam kabin, suasana khas Mazda yang berorientasi pada pengemudi langsung terasa. Namun, pada CX-6e, ada nuansa berbeda yang lebih lega dan terang. Penggunaan material ramah lingkungan tidak membuat interiornya terasa murah. Sebaliknya, pemilihan tekstur kain dan panel kayu tipis memberikan kesan zen yang menenangkan. Layar sentuh ekstrabesar terintegrasi dengan mulus di dasbor menjadi pusat kontrol tanpa merusak estetika dashboard bersih.
Kelebihan utama dari penggunaan platform elektrik murni adalah ruang kaki super lapang, terutama untuk penumpang belakang. Tanpa adanya terowongan transmisi di bagian tengah lantai, kabin terasa lebih demokratis bagi seluruh penghuninya. Kekedapan kabin juga menjadi catatan penting. Mazda nampaknya bekerja ekstra keras dalam mengisolasi suara jalanan agar senyapnya motor listrik bisa dinikmati sebagai kemewahan.
Banyak yang meragukan apakah karakter berkendara Mazda bisa terjafa di model listrik dengan bobot baterai berat. Jawabannya ada dari distribusi bobot yang presisi dan sistem penggerak e-Skyactiv. Meski bergerak tanpa suara piston, respons instan dari motor listriknya diklaim memberikan sensasi akselerasi linear, bukan sekadar entakan kasar mengagetkan. Pengaturan suspensinya pun diyakini tetap terasa komunikatif, menjaga kepercayaan diri pengemudi saat melibas tikungan.